Berita/Artikel

Jadi Mahasiswa? Siapa Takut

 

Jadi Mahasiswa? Siapa Takut

Oleh Fitri Kartikaningtyas, S.Psi

Guru BK SMA N 1 Margasari

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) merupakan lembaga yang menyelenggarakan tes masuk bagi para calon mahasiswa baru. Mengutip laman resminya, LTMPT bertujuan membantu perguruan tinggi mendapat calon mahasiswa berdasarkan tiga hal, yakni nilai akademik, prestasi atau SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Seperti halnya dengan SMA Negeri 1 Margasari, sejumlah siswa sudah siap untuk mengikuti program SNMPTN yang setiap tahunnya diselenggarakan oleh pemerintah melalui LTMPT. SNMPTN dilakukan tanpa tes sama sekali, tetapi jalur prestasi siswa atau nilai rapor, nilai ujian nasional dan prestasi akademik yang dimiliki oleh siswa. Umumnya SNMPTN dilakukan secara serentak diseluruh perguruan tinggi negeri se Indonesia.

Kegiatan SNMPTN sendiri hanya bisa dilaksanakan oleh kelas XII yang akan lulus pada tahun yang sama. Penentuan siswa yang akan mengikuti SNMPTN pun telah ditentukan oleh LTMPT berdasarkan nilai akreditasi sekolah. Jika nilai akreditasinya A, maka kuota siswa yang dapat mengikuti seleksi adalah 40%, nilai akreditasi B sebanyak 25% dan nilai akreditasi C sebanyak 5% terbaik dari total siswa tiap jurusan pada tiap kelas. Penetapan siswa yang masuk dalam kuota SNMPTN dinamakan siswa eligible.

SMA Negeri 1 Margasari merupakan salah satu sekolah negeri yang ada di Kabupaten Tegal yang setiap tahunnya konsisten mengikuti program SNMPTN. Sekolah yang berdiri sejak tahun 2003 ini telah memiliki akreditasi A sejak tahun 2006. Untuk tahun pelajaran 2021/2022 jumlah siswa kelas XII sebanyak 239 siswa, terdiri dari 138 siswa MIPA dan 101 siswa IPS. Dengan berbekal nilai akreditasi A, maka kuota siswa eligible yang bisa mengikuti SNMPTN adalah sebanyak 56 siswa MIPA dan 41 siswa IPS.

Dengan kuota yang telah ditetapkan ini, antusias para siswa menjadi semakin membara untuk mengikuti SNMPTN dengan harapan bisa lolos seleksi. Tentu saja ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh para siswa sebelum mendaftar SNMPTN. Para siswa harus membuat akun LTMPT terlebih dahulu di laman yang sudah tersedia di www.portal.ltmpt.ac.id dengan memilih akun siswa dan mengikuti panduan yang sudah disediakan.

Selain termasuk sebagai siswa eligible, syarat yang lain yang harus dipenuhi oleh siswa adalah harus memiliki NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) dan rekam data nilai rapor dari semester 1 sampai dengan semester 5 yang tentu saja nilai tersebut harus tuntas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Keuntungan mengikuti SNMPTN adalah karena hanya berbekal nilai rapor, maka siswa tidak perlu mengikuti tes seleksi tertulis dan bebas biaya pendaftaran.

Besar harapan yang dimiliki oleh para siswa untuk mengubah status mereka dari siswa menjadi mahasiswa di program SNMPTN ini. Karena peluang yang ada sangatlah terbuka lebar. Dari tahun ke tahun, siswa SMA Negeri 1 Margasari yang telah dinyatakan lolos dari program SNMPTN memberikan kesempatan yang sangat besar tiap tahunnya. Beberapa universitas yang ada di Indonesia khususnya di daerah Jawa Tengah telah memiliki rekam jejak seperti UNNES, UNSOED, UNY, UNDIP sehingga memudahkan bagi siswa di angkatan selanjutnya untuk masuk ke universitas.

Lalu bagaimana nasib para siswa yang tidak termasuk siswa eligble? Apakah tidak bisa mendaftar kuliah? Selain program SNMPTN, pemerintah juga membuka peluang di program yang lain diantaranya adalah SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) melalui UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) dan penerimaan mahasiswa di Jalur Mandiri di masing-masing universitas. Bedanya dengan SNMPTN, para siswa tentu saja harus mengikuti serangkaian tes tertulis yang terjadwal dan membayar sejumlah biaya pendaftaran. Dan untuk mengikuti UTBK sendiri, siswa juga harus tetap membuat akun yang sma di laman yang telah tersedia. Selain itu terdapat juga program yang lain diantaranya adalah program SNMPN (Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri) dan SPAN PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagaaman Islma Negeri).

Oleh karena itu, sepertinya sudah tidak ada lagi alasan untuk para siswa untuk tidak melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi lagi mengingat kesempatan, peluang dan jalan yang terbuka sudah sangat lebar. Terlebih berbagai kemudahan dan akses yang diberikan juga sangat luas. Mulai dari banyaknya beasiswa yang tersedia, KIP-Kuliah, bahkan sampai keringanan biaya perkuliahan pun bisa didapatkan. Sehingga meraih mimpi untuk menjadi mahasiswa tidak hanya sekedar ada dalam angan-angan saja. Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bukan hanya perkara demi meraih gelar yang prestise tetapi juga mampu membuka pemikiran yang lebih maju, terbuka, modern dengan tetap mengindahkan norma-norma yang ada. Dengan berkuliah, jalinan relasi akan semakin luas, komunikasi akan semakin lancar meningkatkan rasa tanggung jawab dan lebih mengembangkan bakat dan minat yang pada akhirnya akan sangat membantu ketika berada dalam dunia kerja.

Jadi, masihkah takut untuk kuliah dan jadi mahasiswa? Tentu saja tidak kan, semangat selalu dan kutunggu kabar baik darimu.

 

 

2 thoughts on “Jadi Mahasiswa? Siapa Takut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *